Minggu, 20 November 2011

Fungsi Keluarga Dalam Masyarakat

Fungsi keluarga dalam masyarakat

Keluarga merupakan sosialisasi primer yang artinya lingkungan masyarakat pertama yang dikenal seseorang ketika lahir. Sebagai media sosialisasi primer, sudah tentu keluargalah yang paling berpengaruh membentuk karakter dalam diri seseorang. Bagaimana orang itu hidup, bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat, bagaimana menyelesaikan masalah, dan semua hal lain yang berkaitan langsung dengan kehidupan kita adalah karena faktor keluarga. Banyak orang yang sukses dalam hidupnya adalah karena pendidikkan dalam keluarganya yang selalu mengajarkan cara - cara yang baik dan benar dalam menjalani hidup. Namun banyak pula orang yang hidupnya hancur dan berantakkan juga karena pendidikkan dalam keluarganya yang mengajarkan cara - cara yang tidak sesuai dengan tata cara yang berlaku.

Sebagai contoh, saya punya tetangga yang mana dalam mengajarkan anaknya, sang ayah sangat disiplin dan berlaku keras. Setiap pagi, anak - anaknya diharuskan shalat subuh sebelum berangkat sekolah, yang mana anak dari ayah itu masing - masing duduk di kelas tiga dan lima SD. Dan setelah shalat magrib mereka diharuskan mengaji untuk kemudian diteruskan belajar hingga pukul sembilan. setelah itu lampu seluruh rumah dimatikan dan anak diharuskan tidur untuk kemudian beraktifitas lagi esok hari.

Contoh kedua kebetulan keluarga saya sendiri. Ibu saya mempunyai tiga anak yang semuanya laki - laki, dan kebetulan saya adalah anak pertama. Dalam mendidik anak - anaknya, ibu sangat demokratis. Kami tidak diharuskan belajar, tidak harus shalat dan mengaji pula. Dan yang paling asik kami boleh berkomunikasi dengan ibu menggunakan panggilan 'gue - lo' layaknya saat bermain dengan teman sebaya. Baikkah sistem pendidikkan seperti ini? Mari kita analisis.

Sistem yang pertama terlalu otoriter saya pikir. Dengan tidak adanya kebebasan, anak hanya akan berjalan seturut hati sang ayah. Kebaikan dari sistem ini adalah anak sangat disiplin dan sangat penurut dengan orang tua. Prestasi mereka di sekolah pun bagus, dan mereka sangat pintar mengaji. Namun keburukkan pendidikkan seperti ini, anak tidak akan berkembang dengan kreatifitasnya sendiri. Pergaulan dengan teman pun sangat sedikit dari yang saya perhatikan.

Sekarang tentang keluarga saya. Dengan sistem yang terlalu bebas seperti ini, sudah pasti kemungkinan kami membangkang jadi lebih besar. Namun kami berhak menentukan tindakkkan yang kami jalani, dengan penuh tanggung jawab tentunya, karena ibu selalu mengingatkan itulah yang terpenting. Dan dengan kebebasan ini, bukan berarti kami menjadi anak liar. Kami sangat bertanggung jawab dengan sekolah kami. Saya cukup pandai di kampus, meskipun tidak menular pada kedua adik saya, tetap saja saya pikir sistem seperti ini lebih baik karena kami sangat paham cara bersosialisasi dengan masyarakat.

Dalam kesimpulannya, fungsi keluarga dalam masyarakat menempati posisi teratas dari media sosialisasi lainnya. Jika sistem yang diterapkan cocok dengan kepribadian anak, dapat dipastikan anak itu akan diterima masyarakat dengan baik yang akhirnya membawa kebanggaan untuk keluarganya. Mari berantas sistem mambosankan dalam keluarga. Kita punya potensi besar yang bisa dimaksimalkan hanya bila keluarga mendukung. Tapi ingat, bertanggung jawablah atas kebebasan yang diberikan orang tua pada kita.

Sumber : http://rachmadisaleh.blogspot.com

Read More>>

Faktor-Faktor Demografi

Faktor - Faktor Demografi Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

v Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh, walaupun pengeluaran rata-rata per orang atau per keluarga relative rendah. Pengeluaran konsumsi suatu negara akan sangat besar, bila jumlah penduduk sangat banyak dan pendapatan per kapita sangat tinggi.

v Komposisi penduduk : Makin banyaknya penduduk yang berusia kerja atau produktif (15-60 tahun), Makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat tingkat konsumsinya juga makin tinggi dan makin banyak penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan (Urban).

Sumber : http://wahyubudihartanto.blogspot.com

Read More>>

ISD(Ilmu Sosial Dasar)

PENGERTIAN, TUJUAN DAN RUANG LINGKUP DARI ISD

1. PENGERTIAN ISD

Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :

a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.

b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.

c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.

Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.

Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.

Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.

Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

2. TUJUAN ISD

Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :

a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.

b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.

c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.

d. memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

3. Ruang lingkup pembahasan ISD
Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD.

1. Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang.
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas masih perlu penjabaran untuk bisa dioperasionalkan ke pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Yaitu :

1. Mempelajarai adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah individu dan masyarakat.
3. Mengkaji masalah kependudukan dan sosialisasi.
4. Mempelajari hubungan antar warga negara dan negara.
5. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
6. Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan.

Sumber :

http://tyomulyawan.wordpress.com

Read More>>